Sumut Net | Medan — Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumatera Utara, Ahmad Irham Tajhi, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Batu Bara untuk bersatu menyuarakan aspirasi terkait dugaan penutupan Sungai Badak Mati oleh PT MNA.
Menurut Irham Tajhi, persoalan tersebut telah berlangsung bertahun-tahun dan menimbulkan dampak serius bagi masyarakat di dua desa di Kecamatan Sei Suka.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Batu Bara untuk bersama-sama peduli dan menyuarakan kebenaran. Ini menyangkut hak hidup dan lingkungan kita bersama,” tegas Irham.
Ia menjelaskan, alih fungsi sungai yang diduga dilakukan untuk kepentingan perusahaan telah menyebabkan berbagai kerugian bagi masyarakat, mulai dari banjir, pencemaran lingkungan, hingga rusaknya ekosistem sungai yang menjadi sumber penghidupan warga.
“Banyak nelayan kehilangan mata pencaharian akibat matinya ekosistem sungai. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujarnya.
Irham juga mendesak Bupati Batu Bara untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret atas persoalan tersebut.
“Kami menegaskan bahwa Bupati Batu Bara harus bertanggung jawab. Jangan ada pembiaran terhadap persoalan yang merugikan masyarakat,” katanya.
Sebagai bentuk kepedulian dan langkah nyata, PW IPA Sumut juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam aksi unjuk rasa yang akan digelar pada:
Hari/Tanggal: Jumat, 24 April 2026
Lokasi: Depan Mapolda Sumatera Utara
Aksi tersebut diharapkan menjadi sarana menyampaikan aspirasi secara damai serta mendorong adanya penegakan hukum dan perlindungan terhadap lingkungan hidup.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT MNA maupun Pemerintah Kabupaten Batu Bara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai dengan Undang-Undang Pers yang berlaku. (Tim)






