Sumut Net | Medan – Gelombang protes kembali mengguncang Sumatera Utara. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumut menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumut, Jumat (24/04/2026), menuntut penegakan hukum atas dugaan penutupan Sungai Badak Mati di Kabupaten Batu Bara.
Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan sekaligus desakan keras kepada aparat penegak hukum agar tidak tutup mata terhadap persoalan lingkungan yang dinilai telah merugikan masyarakat Batubara.
Ketua PW IPA Sumut, Ahmad Irham Tajhi, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar konflik biasa, melainkan menyangkut hak hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Ini bukan hanya soal sungai, ini soal masa depan masyarakat. Bupati Batubara Baharuddin Siagian Harus Bertanggung Jawab lingkungan dirusak dan rakyat menjadi korban yang diduga dilakukan oleh PT MNA ” tegasnya.
Menurutnya, dugaan alih fungsi sungai oleh pihak perusahaan telah berlangsung lama dan berdampak serius, mulai dari banjir, pencemaran lingkungan, hingga rusaknya ekosistem yang menjadi sumber penghidupan warga namun hal itu terus dibiarkan dan diduga telah lama Pejabat Batubara melakukan konspirasi dengan Pimpinan PT MNA.
Massa aksi Meneriak kan Bahwa Keterlibatan Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian diduga sangat jelas karena Beberapa kali utusan bupati batubara bertemu dengan Pimpinan PT MNA dalam penelusuran kami di lapangan diduga Bupati berkeinginan menjadikan konflik ini menjadi batu loncatan untuk mencari keuntungan pribadi dengan PT MNA tanpa mempertimbangkan kepentingan Masyarakat.
Dalam Orasinya Ahmad Irham Tajhi yang juga Putra daerah Kabupaten Batubara Meminta agar Kapolda Sumatera Utara Segera turun tangan memanggil dan memeriksa Bupati Batubara dan Pimpinan PT MNA yang diduga kuat melakukan konspirasi jahat syarat akan kepentingan Pribadi mereka.
Irham Juga Mengatakan aksi ini adalah bentuk kepedulian pelajar dan mahasiswa terhadap lingkungan dan keadilan sosial di Kabupaten Batubara terkhusus sumatera utara Mereka menyuarakan bahwa diam bukanlah pilihan ketika rakyat terdampak langsung.
Aksi berlangsung ricuh beberapa saat namun aparat kepolisian dapat mengendalikan massa dan aksi kembali berjalan secara tertib , mereka mengatakan akan menggelar aksi lanjutan Pada Minggu depan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera direspons. tutup irham”






